Sebelum korban FS (19) tewas karena dibunuh suaminya MR (20) bersama kakak ipar dan mertuanya, pada Selasa (3/1/2023) lalu. Korban FS sempat memberikan uang bensin untuk suaminya.
Menurut Ariah (55), ayah dari pelaku MR, uang itu diberkan saat dirinya diantarka ke kebun untuk memetik sayur paku.
“Pagi itu, sebelum saya ke kebun untuk mengambil sayur paku, suaminya minta uang untuk membeli bensin,” kata Ariah.
Setelah itu, FS lalu menyuruh suaminya untuk mengambil uang di kamar tempat korban meninggal dunia.
“Suaminya lalu mengambil uang di bawah selimut kamarnya dan saya kemudian diantar ke kebun oleh MR yang jaraknya cukup jauh dari rumah,” lanjut Ariah.
“Saya diantarkan sampai jembatan Kembar namanya di tengah kebun dan dia katanya mau periksa durian,” kata Ariah.
“Disana, saya berpesan agar pmhati-hati ketika naik pohon durian, jangan pegang batang yang kering nanti jatuh,” lanjutnya.
Kemudian Ariah pergi mencari sayur paku dan beristirahat sempat beristirahat sebelum azan zuhur
Ketika tengah istrihat, Sariah tiba-tiba dijemput oleh kakak pelaku inisial S.
Saat itu, sekitar pukul 12 siang, dirinya dijemput pulang dari kebun dan setelah sampai dijalan gang menuju rumahnya sudah sangat ramai.
“Saya kira menantu saya mati biasa tidur keras di kasur, namun ternyata saya melihat jenazah korban tewas gantung diri di pintu kamar korba,” kata Ariah.
“Saya itu terus ditahan oleh warga minta jangan pegang jenazah korban nanti pas datang petugas baru pegang. Nanti kalau pegang ada bekas tangan saya. Ya saya nurut gak pegang jenazah korban. Saya hanya melihat saja,” lanjutnya.
Setalah itu, dirinya mengaku langsung lemas lalu duduk dan tak menyangka kejadian itu bisa terjadi.
“Tak ada kecurigaan apa-apa, bahkan FS dan suaminya terlihat sangat akur dan tak pernah ada masalah apapun,” pungkas Ariah.

Komentar