Semangat perfilman di Bumi Tatas Tuhu Trasna kembali bergairah. Sineas Pelajar Tastura, sebuah komunitas lintas sekolah dan kampus yang didirikan sejak 2024, kini tancap gas memperkuat ekosistem perfilman lokal. Setelah resmi membentuk kepengurusan di tahun 2026 ini, komunitas ini semakin aktif bergerilya dari sekolah ke sekolah untuk melakukan screening dan diskusi film.
Langkah nyata ini bukan tanpa alasan. Sang pendiri, Rahwadi yang akrab disapa Edo, mengungkapkan bahwa keresahannya selama menjadi juri lomba film adalah melihat wajah-wajah yang itu-itu saja.
“Komunitas ini saya inisiasi karena setiap tahun saya menjuri lomba film di Lombok Tengah pesertanya itu-itu saja dan bisa dihitung jari, sehingga dengan adanya komunitas ini akan lebih banyak sekolah-sekolah yang akan berpartisipasi dalam lomba-lomba ke depannya, sehingga regenerasi sineas terus berjalan di Lombok Tengah sehingga ekosistem perfilman di NTB tetep jalan, kan harus dimulai dari kabupaten dulu,” ujar Edo.
Meski baru mengukuhkan pengurus tahun ini, gerak cepat Sineas Pelajar Tastura sudah membuahkan hasil yang manis. Beberapa pencapaian terbaru mereka meliputi Workshop Film Ramadan yang diikuti oleh sekitar 30 perwakilan sekolah se-Lombok Tengah untuk mendalami teknik produksi film.
Sineas Pelajar Tastura baru saja menyabet trofi Juara 2 dalam ajang lomba video bertema “Dunia Dalam Genggaman Teknologi Untuk Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Santri Jurnalis (25 Maret 2026).
Edo menambahkan bahwa memenangkan penghargaan di awal masa kepengurusan adalah suntikan semangat yang luar biasa bagi para anggota.
“Kemarin juga mereka Sineas Pelajar Tastura ini mendapat juara 2 di salah satu Lomba Video, ya syukurkan karena itu tentu wadah yang sangat bagus buat belajar apa lagi menang dan dapat hadiah kan semakin semangat mereka,” ungkap Edo.
Edo melihat potensi besar pada anak muda di Lombok Tengah, terutama karena sudah banyak sineas lokal yang berhasil menembus kancah internasional. Hal inilah yang ia tularkan kepada para anggota komunitas sebagai pelecut semangat.
“Banyak juga karya-karya teman-teman komunitas Lombok Tengah yang filmnya keliling festival-festival besar dunia, tentu itu saya jadikan motivasi buat adik-adik ini, bahkan saya datangkan sutradara filmnya langsung untuk mengisi workshop mereka kemarin di bulan puasa,” jelasnya.
Ke depannya, Sineas Pelajar Tastura tidak akan berhenti di satu kegiatan saja. Edo berkomitmen untuk terus menghadirkan ilmu dari berbagai sumber di luar daerah.
“InsyaAllah akan rutin setiap bulan akan ada workshop film entah itu online maupun offline, karena InsyaAllah pematerinya bukan hanya dari pulau lombok nantinya,” tambahnya.
Bagi Edo, membangun komunitas di era media sosial saat ini jauh lebih menjanjikan dibanding pengalamannya saat membangun Pinaqfilms Community pada 2012 silam. Ia mengenang betapa beratnya berjuang dari nol hingga akhirnya bisa diundang di festival internasional seperti JAFF 2018 dan terlibat dalam produksi internasional untuk VIU Short di tahun 2020 yang rilis di 16 negara.
“Kalo dibandingkan dengan zaman dulu saya membuat komunitas tahun 2012, itu berdarah-darah saya bangun dan sendirian dari komunitas yang saya bentuk di kampung saya dengan tetangga-tetangga saya, sampai di undang di festival internasional, itu kan hal yang membutuhkan konsistensi dan nafas yang panjang,” guraunya.
Dengan visi menyiapkan generasi sineas muda yang kompeten, Sineas Pelajar Tastura diharapkan menjadi lokomotif utama yang membawa karya-karya sineas Lombok Tengah berbicara lebih banyak di kancah nasional maupun internasional.
Komunitas film lintas sekolah dan kampus di Lombok Tengah yang didirikan tahun 2024. Berfokus pada edukasi, produksi, dan literasi film bagi generasi muda untuk membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Komentar