Kasus pembunuhan wanita inisial FS (19) yang ditemukan tewas tergantung di pintu kamarnya, Selasa (3/1) lalu di Dusun Pondok Komak, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, membuat geger banyak pihak.
Diantaranya adalah ayah kandung pelaku, yakni Ariah (55) yang mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut.
Pasalnya, setelah dilakukan penyelidikan oleh Satreskim Polres Lombok Tengah, ditemukan bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh dua orang anaknya bersama istrinya sendiri.
Ariah saat ditemui dirumahnya mengatakan dirinya sangat terkejut, bahkan tak menyangka kejadian itu bisa terjadi.
“Saat itu, sekitar pukul 12 siang, saya dijemput pulang dari kebun dan setelah sampai dijalan gang menuju rumah sudah sangat ramai,” kata Ariah, Kamis (5/1/2022).
Setelah itu, barulah dirinya diberitahukan, kalau korban FS atau menantunya itu meninggal dunia.
“Awalnya saya mengira FS meninggal dunia dalam keadaan wajar, namun setelah saya masuk kekamarnya, ternyata dalam keadaan tergantung,” ungkapnya.
Pada saat itu, ia menuturkan bahwa dirinya dicegat untuk menurukan gantungan yang terikat dileher menantunya sebelum polisi tiba untuk melakukan olah TKP.
“Setelah itu saya menurut dan langsung lemas melihat kejadian itu,” lanjut Ariah.
Apalagi ldirinya mengaku tak menduga kalau akan terjadi kejadian seperti itu.
“Tak ada yang saya curigakan, apalagi paginya itu korban dan suaminya terlihat akur dan baik-baik saja,” ungkapnya.
Bahkan sejak malam sebelum kejadian dan beberapa hari sebelumnya, tidak pernah ada cekcok atau keributan.
“Tidak ada keributan, bahkan korban sangat rajin, setelah sholat subuh ia langsung pergi mencuci dan memasak,” lanjut Ariah.
Sehingga atas kejadian itu, dirinya mengaku sangat terkejut bahkan tak menyangka kejadian itu menimpa menantunya yang telah tinggal bersamanya hampir 2 tahun lamanya

Komentar