Pemda Lombok Tengah menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024, dengan menyasar 150 ribu lebih balita dan anak usia nol hingga tujuh tahun.
Ini dilakukan guna menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Indonesia, serta upaya nasional untuk memberikan imunisasi tambahan kepada anak-anak dalam mencegah penyebaran virus polio.
Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya mengatakan, sasaran ini tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. Dengan target cakupan imunisasi adalah minimal 95 persen dari jumlah sasaran.
”Jenis vaksin yang digunakan adalah nOPV2 (dua putaran/dosis), ini dimulai Selasa 23 Juli dengan melibatkan berbagai pos imunisasi yang tersebar di berbagai tempat, seperti TK, Posyandu, PAUD, SD/MI, dan Ponpes,” katanya, pada Minggu (21/7/2024).
Sehingga guna mendukung pelaksanaan PIN Polio, Pemda Lombok Tengah telah menyiapkan berbagai sumber daya kesehatan yang mencakup 6 rumah sakit, 29 puskesmas, 130 Pustu dan 1.745 Posyandu, dengan total petugas vaksinator sebanyak 1.457 orang.
Selain itu, terdapat 30 orang supervisor kabupaten, 178 orang supervisor puskesmas dan 3.333 orang kader posyandu.
Diakui, persiapan pelaksanaan PIN Polio telah dimulai sejak awal Juli dengan penyusunan mikroplaning, persiapan media KIE, pembuatan SE dan instruksi Bupati, serta penyusunan anggaran. Pelaksanaan press briefing dan advokasi serta orientasi pelaksanaan PIN Polio dilakukan secara virtual.
”Distribusi vaksin dan logistik, serta penyebarluasan media KIE, juga menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan hingga minggu ketiga bulan Juli,” terangnya.
Kegiatan ini adalah langkah strategis dan vital dalam upaya pemda menanggulangi KLB Polio di Indonesia. Pemda berkomitmen untuk mencapai cakupan imunisasi minimal 95 persen guna memastikan setiap anak terlindungi dari ancaman penyakit polio.
”Kami mengajak seluruh masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dan mendukung kesuksesan kegiatan ini, demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus kita,” tegas mantan kepala Dinas PUPR Loteng ini.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng dr Suardi menambahkan, pelaksanaan PIN Polio sebanyak dua tahap. Dimulai dengan putaran pertama pada 23 hingga 29 Juli, diikuti dengan putaran kedua pada 6 hingga 12 Agustus. Sedangkan jadwal sweeping dilakukan pada 30 Juli hingga 3 Agustus, lanjut lagi tanggal 13 hingga 17 Agustus. Sementara finalisasi catatan dan pelaporan dijadwalkan pada 19 hingga 24 Agustus.
”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan PIN Polio ini guna memastikan anak-anak terlindungi dari penyakit polio,” tandasnya.

Komentar