Lombok Tengah – Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady ungkap penyebab batalnya 10 rider WSBK dan WorldSSP naik jaran kamput.
Menurutnya para pembalap WSBK itu ditakutkan jatuh jika jadi untuk naik.
“Mereka tidak jadi naik dengan pertimbangan atau alasan takut jatuh,” kata Jamaluddin Malady, Rabu (1/3/2023) sore.
Ia juga mengatakan para pembalap itu batal naik jaran kamput karena takut digoyang-goyang saat diarak keliling. Mengingat bahwa naik jaran kamput ini nantinya akan diarak dan digoyang.
“Mereka ini kan biasa naik kuda besi (motor) bukan kayu. Ya jadi takut lah,” sebutnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa sebelum direncanakan naik jaran kamput itu, para pembalap sempat meminta percobaan sebelumnya naik. Akan tetapi karena keterbatasan waktu sehingga akhirnya batal.
“Jadi katanya harus dicoba dulu sebelum naik. Makanya mereka tidak berani naik,” jelas Jamaluddin Malady.
Jamal juga mengatakan para rider memang sangat ingin untuk mencoba sensasi naik jaran kamput. Hanya saja mereka takut digoyang-goyang saat diarak keliling.
Mengingat bahwa naik jaran kamput ini nantinya akan diarak dan digoyang saat acara dimulai.
“Mereka ini kan biasa naik kuda besi (motor) bukan kayu. Ya jadi takut lah,” sebutnya.
Dengan batalnya para rider naik Jaran Kamput pada Karnaval Budaya Mandalika itu, pihak panitia pun langsung menggantinya oleh peserta karnaval dari kalangan anak-anak SMK dan SMA.
“Terpaksa kami ganti oleh anak-anak SMA yang ikut karnaval Budaya dari beberapa daerah,” ujarnya.
Ia pun merencanakan WSBK 2024 akan menyiapkan lebih matang untuk pengarakan rider menggunakan jaran kamput.
“Kalau tidak bisa hari ini. Kami akan coba lagi tahun depan, agar lebih meriah lagi, ” tegasnya.
Setelah dipastikan tidak bisa naik jaran Kamput. Akhirnya pembalap yang ikut dalam festival itu hanya bisa disuguhkan dengan selendang dan ikat kepala (Sapuk) tradisional khas Lombok.
Sapuk sendiri merupakan simbol sambutan hangat dari masyarakat pulau Lombok dan para rider hanya bisa ikut karnaval dengan berjalan kaki dengan didampingi oleh Puteri Mandalika 2023.
Untuk diketahui, berikut nama-nama delapan pembalap yang ikut dalam festival karnaval budaya di KEK Mandalika:
1. Phillip Oettl (GER) dari pabrikan Ducati WorldSBK
2. Axel Bassani (ITA) dari pabrikan Ducati WorldSBK
3. Hafizh Syahrin (MAL) dari pabrikan Honda WorldSBK
4. Lorenzo Baldassarri (ITA) dari pabrikan Yamaha WorldSBK
5. Nicholas Spinelli (ITA) dari pabrikan Yamaha WorldSSP
6. Bahattin Sofuoglu (TUR) dari pabrikan MV Agusta WorldSSP
7. Adam Norrodin (MAL) dari pabrikan Honda WorldSSP
8. Can Oncu (TUR) dari pabrikan Kawasaki WorldSSP.

Komentar