Lombok Tengah – Para siswi yang viral karena melakukan perundungan (bulliying) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pujut, Lombok Tengah, terhadap temannya berinisial M beberapa waktu lalu, akhirnya meminta maaf melalui sebuah rekaman video.
Dalam video tersebut terlihat 13 siswa sampaikan permintaan maaf kepada korban berinisial M. Para pelaku juga mengkalim bahwa korban telah menerima permohonan maaf mereka. Selain itu para pelaku mengaku masih bersekolah seperti biasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Audy Furqan juga telah berkomunikasi dengan Kepala Sekolah SMKN 3 Pujut untuk memantau kasus itu.
“Saya sudah berkomunikasi lewat ponsel, saya minta laporan perkembangan. Selasa lalu mereka (korban dan pelaku) sudah berkumpul dengan orangtua siswa,” kata Furqan saat dikonfirmasi, dikuti Edisi, Kamis (9/3/2023).
Lebih lanjut Furqan juga menjelaskan, kedua belah pihak akan berdamai di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Tengah.
“Rabu kemarin dilaporkan hasilnya, bahwa kedua pihak saling berdamai, tetapi akan dilakukan di unit PPA Polres Lombok Tengah. Hari ini saya tugaskan kepala sekokah dan tim agar melakukan koordinasi intens baik dengan orang tua, siswa maupun Polres,” katanya.
Sebelumnya viral sebuah video sejumlah siswi SMKN 3 Kecamatan Pujut tersebut diduga melakukan bullying (perundungan) terhadap temannya.
Dalam video berdurasi 27 detik dan viral di media sosial itu terlihat korban masih mengenakan seragam olahraga. Sementara para pelaku terlihat mengenakan seragam pramuka.
Selain menghina dan memaki, para pelaku terlihat juga terlihat menjitak kepala dan menendang pantat korban yang memakai seragam olahraga.
Kepala Sekolah SMKN 3 Pujut, Akhirman Akbar membenarkan kejadian tersebut dilakukan peserta didik di sekolahnya, diketahui juga bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/3/2023).

Komentar