Advertisement Advertisement
Ekonomi Liputan
Home » Berita » Lombok Utara Masih Menjadi Lumbung Kemiskinan Tertinggi

Lombok Utara Masih Menjadi Lumbung Kemiskinan Tertinggi

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) berjumlah 61,7 ribu jiwa atau sekitar 27,04 persen dari total penduduknya.

Artinya, 1 dari 4 penduduk di kabupaten tersebut hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini menjadikan Lombok Utara sebagai kabupaten/kota dengan tingkat kemiakinan tertinggi di NTB.

Bahkan, persentase penduduk miskin di kabupaten tersebut lebih tinggi dari rerata provinsi maupun 9 kabupaten/kota lainnya.

Padahal diketahui, Lombok Utara merupakan daerah yang terkenal sebagai destinasi wisata dunia. Terutama dengan tiga gilinya, yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air selalu jadi tujuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, Lombok Utara juga menjadi salah satu pintu masuk untuk mendaki Gunung Rinjani, melalui Senaru.

Menyoroti hal tersebut, wakil ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPKD) merangkap Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi mengatakan Pemda Lombok Utara perlu membuat Neraca Statistik Pariwisata Daerah (Nesparda) sebagai acuan dalam mengambil kebijakan yang lebih terarah untuk pengentasan kemiskinan di Lombok Utara. Dari Nesparda, akan diketahui komposisi masyarakat lokal yang terserap dan terlibat dalam sektor pariwisata.

DPRD Lombok Tengah Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah

“Dari data terpadu yang dibuat antara Pemda dan BPS terkait Nesparda, akan ditemukan jawaban seperti itu. Komposisi tenaga kerja pariwisatanya dari mana ? Apakah dominan orang lokal ata luar Lombok Utara ?. Kalau dominan dari luar, patut diduga pengaruh pariwisata belum dinikmati langsung masyarakatnya sendiri,” kata Gita.

Daerah dengan angka kemiskinan tertinggi berikutnya di NTB adalah Kabupaten Lombok Timur, yakni sebesar 15,38%. Diikuti Kabupaten Bima sebesar 14,88%, Kabupaten Lombok Barat 14,47%, dan Kabupaten Sumbawa 13,91%.

Persentase penduduk miskin Sumbawa Barat sebesar 13,54%. Kemudian angka kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah sebesar 13,44%, lalu Kabupaten Dompu 12,6%, serta Kota Bima dan Kota Mataram masing-masing sebesar 8,88% dan 8,65%.

Untuk diketahui, jumlah penduduk miskin di NTB bertamah 32,77 ribu jiwa menjadi 746,66 ribu jiwa pada Maret 2021 dibanding Maret 2020. Terjadi pandemi Covid-19 dan diberlakukannya pembatasan kegiatan sosial masyarakat berdampak terhadap meningkatnya angka kemiskinan di NTB menjadi 14,14% pada Maret 2021 dibanding Maret 2020.

Dewan Minta Nakes Lombok Tengah Tahan Diri, Ingatkan Konsekuensi Mogok Kerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *