Lombok Tengah – Kepala SMKN 3 Pujut, Lombok Tengah, Akhirman Akbar kecolongan dengan aksi bullying yang dilakukan sejumlah siswinya itu.
Menurut Akbar, pihaknya sejak jauh-jauh hari telah melakukan kampanye anti bullying di SMKN 3 Pujut.
Kampanye itu atas dasar arahan pihak Dinas Pendidikan Provinsi NTB untuk mengatasi kejadian seperti itu. Hanya saja, saat kejadian itu pihak kecolongan karena kejadian tersebut terjadi pada saat keluar main.
“Iya memang (kecolongan) karena saat itu sedang keluar main. Jadi biasanya Guru-guru juga di kantor lagi ngumpul,” kata Akhirman Akbar, Selasa (7/3/2023).
Ia menjelaskan bahwa, kejadian yang menimpa muridnya inisial M (16) itu terjadi pada hari Sabtu (4/3) kemarin.
Rupanya aksi bullying itu bermula ketika salah satu siswi merasa diejek oleh korban di salah satu group whatsapp.
“Sehingga masalah itulah yang di bawa ke sekolah. Dan saat itu juga mereka langsung kami pertemukan untuk berdamai,” ujar Kepala SMKN 3 Pujut itu.
Dengan begitu, pihaknya berjanji akan menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi. Bahkan, akan memperketat aturan di sekolah agar para murid tidak ada lagi yang membawa handphone saat jam sekolah.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi kami, karena HP ini memang sebagai biang kerok masalah di sekolah,” terangnya.
Di sisi lain, ia mengaku telah membuat aturan tentang larangan para murid untuk membawa handphone.
“Kami juga sudah membuat aturan agar para siswa tidak membawa HP saat sekolah,” jelas Akhirman Akbar.
Bahkan, aturan itu merupakan salah satu syarat bagi para murid untuk bisa bersekolah di SMKN 3 Pujut.
“Itu dalam bentuk surat pernyataan yang bermatreai 10.000. Dan ditandatangani oleh siswa,” lanjutnya.
Pihaknya menyebutkan, saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh aparat penegak hukum (APH). Mengingatpihak keluarga korban telah melaporkan hal itu ke Polres Lombok Tengah.
“Katanyaagar ada efek jera bagi mereka (pelaku). Biar tidak semena-mena,” tuturnya.
Sebelumnya, sebuah video seorang siswi yang mengalami aksi bullying di sekolah viral di viral di media sosial (medsos).
Dalam video tersebut, tampak seorang siswi mengenakan seragam olahraga warna biru bertuliskan SMKN 3 Pujut sedang merunduk kesakitan di lantai akibat aksi perundungan yang menimpanya.
Video yang berdurasi 27 detik itupun sontak membuat warganet gempar. Bagaimana tidak, selain dibuli, siswi itu juga ditendang dan kerudungnya ditarik.
Akibat aksi tersebut, korban mengalami trauma dan tidak bisa masuk sekolah karena masih dalam keadaan kurang sehat.

Komentar