Hasil survei Kurious menunjukan bahwa kemiskinan dan pengangguran jadi isu paling besar yang diperhatikan masyarakat Indonesia agar segera dibenahi oleh calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu 2024 mendatang, kedua isu tersebut disorot lebih dari 60 persen responden.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kurious, terdapat 68,7 persen responden menempatkan pertumbuhan ekonomi menjadi isu paling atas yang harus dibenahi.
Deputy Head Kurious, Mirza Akmarizal yang dikutip Edisi mengatakan, isu pertumbuhan ekonomi mengalahkan isu lainnya seperti pengangguran, inflasi, stabilitas harga BBM dan kesiapan industri digital.
“Isu yang paling besar mendapatkan perhatian dari masyarakat adalah pertumbuhan ekonomi dengan 68,7 persen responden menganggap isu inilah yang harus menjadi prioritas untuk dibenahi oleh capres-cawapres pada pemilu 2024,” kata Mirza, dikutip Edisi, Senin (27/2/23).
Mirza menambahkan, isu berikutnya adalah pengangguran (54 persen), inflasi (29,8 persen), stabilitas harga BBM (25,5 persen) dan kesiapan industri digital (21,7 persen).
Sementara sosok Ganjar Pranowo menjadi bakal calon presiden yang dianggap mampu mengatasi permasalahn-permasalahn tersebut.
Diketahui berdasarkan survei tersebut, sekitar 41,2 persen menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi sosok yang paling mampu mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi, kemudian disusul mantan Gubernur Jakarta Anis Baswedan (24 persen), serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (20 persen).
Lebih jauh, Mirza juga menambahkan, selain lima isu di atas, dari sektor permasalahan terdapat beberapa hal yang harus dibenahi oleh pemenang pemilu 2024, yakni masalah kemiskinan (70,1 persen), lapangan pekerjaan (63,7 persen), dan pendidikan (52,9 persen).
Diketahui bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2022 sebesar 26,36 juta orang, meningkat 0,20 juta orang terhadap Maret 2022 dan menurun 0,14 juta orang terhadap September 2021.
Standar kemiskinan diatas menggunakan standar BPS yang menetapkan garis kemiskinan di Indonesia sebesar Rp 504.000/orang/bulan, sementara garis kemiskinan dari Bank Dunia lebih tinggi lagi, yakni Rp 32.800/orang/hari atau sebesar Rp 984.000/orang/bulan.

Komentar