Liputan
Home » Berita » Kemenkes Minta Orang Tua Waspada Bahayanya Lato-lato

Kemenkes Minta Orang Tua Waspada Bahayanya Lato-lato

Seorang bocah di Kubu Raya, Kalimantan Barat, berinisial AN yang berusia 8 tahun harus menjalani operasi mata.

Ia mengalami luka di bagian matanya akibat terkena serpihan pecahan bola lato-lato.

Saat itu, AN bermain lato-lato dengan temannya. Menurut orang tuanya, bola dari lato-lato itu pecah dan masuk ke matanya.

Oleh karena itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, menghimbau masyarakat khususnya orang tua agar selalu berhati-hati dalam menjaga anaknya saat bermain lato-lato.

“Dengan adanya informasi terkait permainan anak-anak, tentunya orang tua berhati-hati juga. (Serta) pihak sekolah mengedukasi anak-anak,” kata dr Nadia dikutip dari detikcom.

Tak Libur Total, Manajemen RSUD Soedjono Selong Bergiliran Piket Demi Pelayanan Maksimal

Di samping itu, dr Nadia juga menambahkan bahwa sekolah perlu mengedukasi para siswanya terkait permainan lato-lato, yang saat ini permainan tersebut banyak membuat resah masyarakat.

Dikutip dari Ravalli Republic, tujuan dari permainan ini adalah memungkinkan dua bola saling beradu secepat mungkin dan sekeras mungkin.

Hal inilah yang membuat mainan tersebut bisa hancur dan pecah, bahkan serpihan pecahannya bisa melukai wajah seseorang.

Menurut Anastasia Sari Dewi, seorang psikolog klinis dan founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menambahkan mainan lato-lato bisa mengganggu ketenangan umum dan membahayakan fisik.

Mainan lato-lato juga berisiko memicu terabaikannya fokus pada kegiatan penting seperti belajar dan bekerja jika dimainkan dalam porsi terlalu banyak.

Gubernur NTB Ajak Warga Tanam Pohon Cegah Banjir

Hanya saja, banyak juga yang melihat tren mainan lato-lato ini menjadi sebuah fenomena menarik.

Hal ini juga menuai pro dan kontra di masyarakat. Di satu sisi, mainan lato-lato ini disambut baik karena dianggap membuat anak-anak teralihkan dari ‘kecanduan’ gadget.

Namun, di sisi lain tren bermain lato-lato tampaknya mengganggu ketenangan umum bahkan sampai membahayakan fisik.

Karnaval Siyu Putri Mandalika Meriahkan Festival Pesona Bau Nyale 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *