Lombok Barat – Ayah dan kakak Irma Lestari (34) korban gempa Turki minta korban bisa dimakamkan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi Lombok Barat.
Menurut ayah Irma Lestari, Nahrawi (65), bahwa pihak keluarga sudah sepakat akan memakamkan jasad Irma di kampung halamannya.
“Syukur Alhamdulillah kami ucapkan agar jenazah anak saya bisa dipulangkan. Saya akan makamkan di tempat keluarga di sini,” kata Nahrawi, Minggu (19/2) kemarin.
Menurut Nahrawi, Irma memang besar di Bali bersama Erna (55) ibunya setelah bercerai belasan tahun lalu.
Irma yang lahir di Desa Perampuran Kecamatan Labuapi tahun 1989 lalu kemudian besar dan dewasa hingga menikah di Bali.
Irma juga sebelumnya sempat bekerja di Gianyar, Bali membuka warung nasi bersama Ibunya.
“Iya dia tinggal sama kedua anaknya dan suami,” ujar sang ayah sembari meneteskan air mata.
Dari penuturan sanga ayah, Irma memiliki dua orang anak yang saat ini masih berumur umur 8 Tahun perempuan dan laki-laki umur 9 Tahun.
“Dia di Bali saat ini,” sebut Nahrawi.
Menurut Nahrawi sebelum Irma terbang ke Turki akhir 2021 lalu, dia sempat bekerja serabutan di Bali.
Kadang menjadi penjual nasi, tukang bangunan sebelum aktif bekerja spa terapis di Bali.
“Bahkan dia pernah jadi pengawas proyek. Nikah di Bali sama orang Jombang,” papar Nahrawi.
Terkadang, kata Nahrawi, Irma dan anak-anaknya pulang ke Lombok Barat ketika lebaran saja.
“Kadang-kadang dia pulang ke Lombok,” imbuh dia.
Dia ingat betul waktu dia merengek minta ijazah dan sempat tidak ia kasih. Irma pun marah kepadanya.
Irma berangkat ke Turki karena mendapatkan sertifikat spa terapis dari salah satu lembaga di Bali.
“Dia mau ke Turki karena dapat sertifikat spa terapis di Bali,” kata Nahrawi.
Selama berada di Turki, Nahrawi sekali dua kali berkomunikasi dengan Irma melalui sambungan telepon Kasdiono (37) kakak kandungnya.
“Pas di Turki jarang komunikasi, sama kakaknya saja. Sama bibinya. Biasanya tanya kabar saja kalau dia kerja di sana,” kenang Nahrawi.
Nahrawi pun saat ini hanya bisa mengucapkan terima kasi kepada Dubes RI untuk Turki dan pemerintah yang telah berhasil menemukan anaknya.
Walaupun sang anak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia diterpa runtuhan apartemen tempat tinggalnya di Turki.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah sudah menemukan anak saya,” ucap Nahrawi.
Kepala Desa Perampuran Zubaidi juga ikut berbela sungkawa dengan tragedi yang menerpa keluarga Nahrawi dan Kasdiono atas kematian Irma Lestari.
Zubaidi pun berharap agar pemulangan jenazah Irma dari Turki menuju Jakarta kemudian ke Lombok tanpa hambatan.
“Kami harap agar tidak ada kendala selama proses pemulangan jenazah korban ke rumah duka,” pungkas Zubaidi

Komentar