Advertisement Advertisement
Liputan
Home » Berita » Kapolri Turut Berbela Sungkawa Untuk Irma Lestari, Korban Gempa Turki

Kapolri Turut Berbela Sungkawa Untuk Irma Lestari, Korban Gempa Turki

Lombok Barat – Kapolri kirim karangan bunga ucapan belasungkawa atas meninggalnya Irma Lestari (33) korban gempa 7,8 Magnitudo di Turki. Berjajar pula karangan bunga dari berbagai pihak.

Jenazah Irma akan tiba di rumah duka di Dusun Perampuan Barat, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat pukul 14:30 WITA, Kamis (23/2) siang ini.

Karangan bunga datang dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, lalu ada dari Kapolda NTB Irjen Djoko Poerwanto dan Kasatgas Misi Kemanusiaan Internasional Brigjen Gatot Tri Suryanta.

Menurut Kepala Dusun Perampuan Barat, Abdur Rahim mengatakan ada lima karangan bunga untuk mendiang Irma yang dipasang mulai Rabu sore (22/2) kemarin.

“Ya dari kemarin sudah disiapkan,” kata Rahim ditemui di depan Masjid Nurussholihin Perampuan Barat, Kamis siang (23/2).

DPRD Lombok Tengah Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah

Rahim mengungkapkan bahwa, saat ini pihak keluarga telah tiba di Bandara Internasional Lombok untuk menjemput peti jenazah Irma Lestari.

“Siang ini pihak keluarga sudah berangkat menjemput peti jenazah ke Bandara Internasional Lombok,” uajar Rahim.

Selain itu, Jenazah mendiang Irma akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Nurussholihin.

Baru kemudian jenazah Irma akan dimakamkan setelah salat ashar di tempat pemakaman umum Dusun Perampuan Barat.

“Nanti disalatkan dulu oleh para tamu undangan baru akan dimakamkan di lokasi pemakaman keluarga Irma,” ungkap Rahim.

Dewan Minta Nakes Lombok Tengah Tahan Diri, Ingatkan Konsekuensi Mogok Kerja

Sejak kecil mendiang Irma tinggal di Dusun Perampuan Barat. Akan tetapi, sejak orang tuanya bercerai, Irma kemudian ikut dengan Ibunya dan menetap di Pulau Bali.

“Dia pernah tinggal di rumah neneknya. Dia dikenal orang yang tidak gengsi. Dulu sempat jual bakpao di sini,” papar Rahim.

Semasa hidupnya Irma dikenal pekerja keras. Jika ada yang menghina usahanya, tidak segan-segan ia akan memarahi orang tersebut.

“Saya ingat dulu. Dagangannya ditolak dan dihina, dia langsung lawan orang itu,” cerita Rahim.

Tastura Mengajar dan Sekdilu 31, Nyalakan Api Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *