Advertisement Advertisement
Liputan
Home » Berita » DPRD Lombok Tengah Sebut Serapan Tenaga Kerja Lokal di KEK Mandalika Belum Maksimal

DPRD Lombok Tengah Sebut Serapan Tenaga Kerja Lokal di KEK Mandalika Belum Maksimal

DPRD Lombok Tengah sebut keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika belum berdampak signifikan kepada daerah, khususnya umtuk serapan tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah menyampaikan, hingga kini pihaknya belum menerima data pasti terkait jumlah tenaga kerja lokal yang terserap di kawasan KEK Mandalika. Padahal kawasan tersebut telah beroperasi sejak 2017 dan kerap mengklaim menyerap ribuan tenaga kerja dengan nilai investasi lebih dari Rp 5 triliun.

“Secara umum kami melihat serapan tenaga kerja lokal belum signifikan. Memang di sektor perhotelan cukup maksimal, tetapi secara keseluruhan kami belum mendapat angka pastinya,” ujar Ferdi.

Ia menegaskan, DPRD membutuhkan data terbuka dan terukur terkait perkembangan investasi maupun kontribusi ekonomi kawasan tersebut. Koordinasi antara ITDC dan pemerintah daerah dinilai penting agar capaian investasi sejalan dengan target pembangunan daerah.

“Kami berharap klaim-klaim itu by data. Investasinya berapa, realisasinya seperti apa, dan apakah sesuai dengan target yang ingin dicapai Pemkab Loteng,” tegasnya.

Kader Gelora NTB Didorong Perkuat Ideologi, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Dunia

Selain persoalan tenaga kerja, Komisi II juga menyoroti minimnya dampak terhadap produk UMKM lokal. Menurut Ferdian, kehadiran Sirkuit Mandalika dan berbagai event olahraga nasional maupun internasional semestinya menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil di Lombok Tengah.

Ia juga berharap slot pada Bazaar Mandalika benar-benar diisi secara optimal oleh pelaku UMKM lokal, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya dinikmati investor dan pelaku usaha besar.

“Momentum event harus memberi ruang lebih luas bagi produk UMKM kita. Jangan sampai hanya ramai saat event, tapi dampaknya tidak terasa bagi masyarakat,” katanya.

Keberadaan hotel dan restoran di kawasan KEK Mandalika juga diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah. DPRD ingin memastikan efek berganda dari kawasan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapan kami, KEK Mandalika tidak hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tandasnya.

Bangkitkan Ekosistem Film di Lombok Tengah, Sineas Pelajar Tastura Fokus Cetak Generasi Baru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *