Liputan
Home » Berita » Bersama Geopark Rinjani, Wahid Foundation Gelar FGD Keberagaman dan Warisan Budaya di Bayan

Bersama Geopark Rinjani, Wahid Foundation Gelar FGD Keberagaman dan Warisan Budaya di Bayan

Wahid Foundation (WF) dan Geopark Rinjani-Lombok mengelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama orang muda dan kelompok perempuan terkait menjaga kedamaian, tradisi dan warisan cagar budaya.

Dalam sambutanya, Ahyar ros perwakilan Geopark Rinjani mengatakan kegiatan dialog tersebut merupakan kolarasi Geopark Rinjani dan Wahid Foundation dalam mendorong penguatan kapasitas anak muda dan kelompok perempuan.

“Kita berharap dialog ini menjadi ruang untuk saling berbagi pandangan dalam isu-isu keberagaman, toleransi, tradisi dan penguatan pemahaman dalam di topik cagar budaya”. kata Ahyar ros.

Kepala Desa Bayan membuka kegiatan dialog orang muda dan kelompok perempuan dalam merawat harmoni, tradisi dan warisan cagar Budaya di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) Pada, Sabtu, 28 Februari 2026.

Kegiatan tersebut selenggarakan oleh Geopark Rinjani-Lombok bekerja sama dengan Wahid Foundation serta sejumlah mitra pembangunan dan komunitas di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kader Gelora NTB Didorong Perkuat Ideologi, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Dunia

Dalam sambutanya Kepala Desa Bayan Satradi, menyampaikan pesan mengenai pentingnya mewujudkan pembangunan yang melibatkan semua pihak, inklusif, partisipatif dan berkeadlilan.

Langkah ini bertujuan agar kebijakan benar-benar seluruh aspirasi masyarakat. Ia megucapkan terima kasih pada tim Geopark Rinjani yang telah memfasilitasi kegiatan dialog tersebut.

“Kami berterima kasih pada tim Geopark Rinjani dan Wahid Foundatian yang telah mengadakan dialog bersama anak muda dan kelompok perempuan di Bayan”. katanya.

Dalam kesempatan yang sama Nelda Hannia, ketua komunitas Yora Hero Bayan mengatakan forum ini adalah wadah dialog dan kolaborasi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerintah desa dan komunitas di Bayan.

Melalui diskusi dan masukkan yang disampaikan diharapkan menjadi rumusan kebijakan yang inklusif dan progresif terhadap isu warisan budaya dan tradisi.

Bangkitkan Ekosistem Film di Lombok Tengah, Sineas Pelajar Tastura Fokus Cetak Generasi Baru

“Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun perspektif baik bagi orang muda dan kelompok perempuan di Desa Bayan”. ujarnya.

Wensi ketua perempuan Adat Bayan juga menjelaskan terkait peran komunitas perempuan dalam isu keberagaman, merawat tradisi dan warisan budaya di Desa Bayan, Lombok Utara.

“Kami percaya, perempuan adat Bayan punya peran penting dalam banyak hal, termasuk soal keberagaman dan merawat kerukunan” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *