Advertisement Advertisement
Jalan-jalan
Home » Berita » Aik Bukak, Potret Wisata Pemandian Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda di Lombok Tengah

Aik Bukak, Potret Wisata Pemandian Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda di Lombok Tengah

Aik Bukak, Potret Wiasata Pemandian Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda di Lombok Tengah
Aik Bukak, Potret Wiasata Pemandian Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda di Lombok Tengah

Lombok Tengah – Aik Bukaq merupakan kawasan wisata pemandian yang berada di Desa Aik Bukaq, Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Wisata kolam pemandian yang berada di wilayah utara Lombok Tengah ini, merupakan kawasan wisata yang terbilang paling tua. Keberadaannya bahkan diperkirakan sudah ada sejak zaman penjajahan kolonial Belanda.

Penamaan Aik Bukak pun cukup unik, dimana dahulu nama tempat ini dikenal dengan sebutan Aik Tutup (bahasa Indonesia: Air Tertutup), itu dikarenakan sumber mata airnya saat itu ditutup oleh kolonial Belanda.

Namun setelah berakhirnya penjajahan, masyarakat setempat kembali membuka sumber air tersebut dan memberikan nama Aik Bukak atau air terbuka.

Misbah selaku pengelola Wisata Aik Bukak menuturkan bahwa dahulunya memang Aik Bukak merupakan kolam pemandian yang dibangun oleh Belanda.

Dewan Minta Nakes Lombok Tengah Tahan Diri, Ingatkan Konsekuensi Mogok Kerja

“Bahkan sejarahnya juga Aik Bukak dulu merupakan markas pasukan Belanda, dimana menurut orang tua kami terdahulu, ditempat ini juga terdapat goa sebagi lokasi pesembunyian mereka,” terang Misbah.

Kemudian sekitar tahun 1977, Aik Bukak lalu di ambil alih oleh pemerintah daerah (Pemda) dan barulah dibuka menjadi kawasan wisata pemandian Aik Bukaq.

Kawasan wisata Aik Bukaq memiliki luas sebesar 5,6 hektar yang didalamnya terdapat 2 kolam berenang untuk anak-anak dan dewasa, waduk serta Kebun.

Dimana untuk bisa masuk ke dalam lokasi wisata Aik Bukak, pengunjung hanya perlu membayar Rp 5 ribu untuk anak-anak dan Rp 7 Ribu untuk dewasa.

Tastura Mengajar dan Sekdilu 31, Nyalakan Api Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *