Advertisement Advertisement
Liputan Politik
Home » Berita » Ganjar Pranowo Temui Kader dan Simpatisan di Lombok Timur

Ganjar Pranowo Temui Kader dan Simpatisan di Lombok Timur

Lombok Timur – Bacapres dari Partai PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo temui kader dan simpatisan di Lapangan Nasional, Selong Lombok Timur.

Puluhan ribu pengurus, kader, dan simpatisan PDIP se-NTB serta para relawan Ganjar juga turut hadir, pada Minggu (18/6/2023) sore itu.

Tak hanya itu, hadir pula ribuan santriwan-santriwati Yayasan Hamzanwadi Pondok Pesantren NWDI.

Di hadapan simpatisannya, Ganjar bercerita bahwa dirinya punya ikatan batin yang kuat dengan Lombok, NTB.

“Saya datang untuk bersilaturahmi, ini bukan kedatangan yang pertama saya di Lombok,” kata Ganjar.

DPRD Lombok Tengah Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah

Pada waktu itu, Ganjar datang ke Lombok bertemu dengan para petani tembakau dan bertemu dengan para korban gempa pada tahun 2018 di Lombok Utara.

Selain bertemu warga, dia juga membangun sekolah untuk warga korban gempa di Lombok Utara.

“Silaturahmi itu jangan terputus, baik itu antara masyarakat NTB dengan Jawa Tengah, termasuk antara pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah membangun Sirkuit Mandalika di wilayah NTB, meskipun Jokowi orang Jawa Tengah.

“Jawa Tengah tidak dibuatkan sirkuit. Semua orang tahu di mana Sirkuit Mandalika dan banyak yang datang ke NTB,” lanjut Ganjar.

Dewan Minta Nakes Lombok Tengah Tahan Diri, Ingatkan Konsekuensi Mogok Kerja

Ia juga mengungkapkan bahwa, PDI Perjuangan kini telah menjadikannya bakal calon presiden, sehingga ia mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, Ganjar Pranowo meminta kepada relawan atau warga NTB untuk tidak membuat berita hoaks di media sosial yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Gunakan media sosial itu untuk menyebarkan informasi yang positif,” kata Ganjar.

Ia mengatakan, warga Nusa Tenggara Barat sangat religius, sehingga dalam menggunakan media sosial baik Instagram, Tiktok, Facebook dan YouTube atau media sosial lainnya tetap menggunakan kalimat yang santun dan baik.

“Jangan sampai menyakiti orang lain dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Tastura Mengajar dan Sekdilu 31, Nyalakan Api Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

Di media sosial saat ini sudah ramai, ada yang membuli, ada yang membuat berita hoaks. Namun, Ganjar menitipkan pesan kepada masyarakat yang berkumpul di lapangan Nasional untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial.

“Saya titip jangan membuli dan jangan buat berita hoaks,” tandas Ganjar Pranowo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *