Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono menjelaskan terdapat 12 provinsi memerlukan akselerasi dalam menurunkan stunting agar tercapai 14% kasus tahun 2024.
Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi Balita stunting di Indonesia rata-rata mencapai 24,4% pada 2021.
Pemerintah sendiri menargetkan stunting di Indonesia turun menjadi 14% pada 2024.
Stunting merupakan indikator gagal tumbuh Balita akibat kekurangan asupan gizi pada periode 1.000 hari pertama, dari janin hingga berusia 23 bulan.
Tujuh provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah NTT 37 persen, Sumatera Barat 33 peesen, Aceh 33 persen, NTB 31 persen, Sulawesi Tenggara 30 persen, Kalimantan Selatan 30 persen dan Sulawesi Barat 29 persen.
Sementara lima provinsi dengan kasus terbanyak, yakni Jawa Barat 971.792, Jawa Timur 651.708, Jawa Tengah 508.618, Sumatera Utara 347.437 dan Banten 265.158 kasus.

Komentar