Di tengah perjalanan politik yang panjang, muncul sosok Lalu Muhamad Iqbal (LMI) seorang diplomat yang berani mengambil langkah untuk kembali ke tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di awal perjalanan politiknya, banyak yang meragukan kemampuannya untuk memimpin provinsi ini. NTB bukanlah daerah yang mudah, tantangan yang dihadapi sangat kompleks. Rendahnya anggaran daerah, hingga berbagai masalah sosial yang tak kunjung usai. Banyak pertanyaan bermunculan: Bisakah seseorang yang telah lama tinggal di luar NTB dan dianggap tidak memiliki rekam jejak dalam pembangunan daerahnya memenangkan kontestasi pilkada ini? Mengapa orang yang berkarir di ibukota dengan jabatan mentereng mau mengurusi daerah yang anggaran pendapatannya saja sangat terbatas?
Namun di balik semua keraguan itu, LMI memiliki satu jawaban sederhana: “Saya ingin sekali kembali dan membangun daerah ini dengan cara-cara yang baik.” Ungkapan tersebut menunjukkan cinta dan keinginan tulusnya untuk mengubah nasib provinsi ini.
Baginya, kembali ke NTB bukan sekadar langkah politik; itu adalah panggilan hati. Ia memahami bahwa setiap sudut provinsi ini menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya digali. Dengan semangat dan keinginan kuat, ia berkomitmen untuk menjadikan NTB makmur mendunia.
Penulis merupakan tim provinsi relawan Gass Iqbal. Sejak awal, kami percaya bahwa Lalu Muhamad Iqbal adalah sosok yang tepat untuk memimpin NTB. Beliau bukan hanya seorang politisi; ia adalah seorang pemimpin sejati yang selalu menekankan pentingnya niat baik dalam setiap usaha. Dalam beberapa kesempatan, beliau mengingatkan kami “Setiap usaha yang kita lakukan dengan niat baik, pasti akan didukung oleh banyak orang baik lainnya.” Kalimat ini menjadi pegangan bagi kami, mendorong untuk terus bertahan dan bergerak meskipun tantangan dan godaan menghalangi.
Seiring berjalannya waktu, dukungan terhadap LMI semakin menguat. Masyarakat mulai melihat ketulusan niatnya dan visi yang ia tawarkan untuk NTB. Banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat mulai bergabung. LMI percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif semua pihak. Dengan pendekatan inklusif dan jargon bangkit bersama, ia berhasil menarik perhatian banyak orang. Tidak hanya dari kalangan pemilih tradisional tetapi juga generasi muda yang selama ini merasa terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan.
Kini sosok panutan yang kami banggakan telah sampai di tempatnya—tempat di mana semua harapan anak muda bisa berpegang dan menaruh semua impian mereka.
Lalu Muhamad Iqbal kini bukan hanya simbol dari relawan Gass Iqbal atau seluruh barisan pendukungnya kemarin; ia kini menjadi simbol bagi perubahan seluruh rakyat NTB. Dengan visi “Bangkit Bersama,” ia siap lepas landas membawa harapan bagi provinsi ini.
Visi bangkit bersama juga akan menjadi muara dalam pembangunan NTB kedepan. 10 program aksi yang telah dituliskan dengan tulus kemarin, kini akan leluasa untuk direalisasikan. Program yang berisi: Bantuan desa, pelayanan rumah sakit, beasiswa, industrialisasi, pengembangan wisata, pembangunan jalan, investasi, lapangan kerja, bantuan operasional, dan makanan bergizi sebagai motor penggerak perekonomian desa.
Kami semua menunggu gebrakan besar itu. gebrakan dari visi besar yang di cita-citakan dengan sepenuh hati. Sebuah perubahan nyata yang diharapkan dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Gebrakan ini tentu bukan hanya akan menjadi hasil kerja segelintir orang, namun merupakan kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang berkomitmen untuk membangun NTB dengan sepenuh hati. Salam.

Komentar