Advertisement Advertisement
Liputan
Home » Berita » Acara Apel Siaga Kamenag Lombok Tengah Dinilai Bermuara Politik

Acara Apel Siaga Kamenag Lombok Tengah Dinilai Bermuara Politik

Lombok Tengah – Acara Silaturahmi Lintas Agama dan Apel Siaga Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kamenag) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai bermuatan politik.

Hal itu ditangarai dengan kehadiran dari Istri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kamenag) Provinsi NTB Zamroni Aziz, yakni Megawati Lestari dalam acara tersebut.

Kehadiran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Provinsi NTB dapil 8 Lombok Tengah dari Partai Golkar itu mengundang banyak spekulasi dari masyarakat.

Terpantau, Megawati Lestari saat itu diperkenankan duduk pada kursi barisan terdepan sebelah kiri. Dia nampak bersebelahan dengan perwakilan dari Kejari Lombok Tengah.

Baca Juga: Bawaslu Temukan 2 Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Praya Timur

DPRD Lombok Tengah Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah

Selain itu, dalam beberapa kesempatan juga master of ceremony (MC) acara tersebut terdengar menyebut-nyebut nama sang istri Kakanwil Kamenag.

“Di sini hadir juga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB Mega Wati Lestari,” sebut MC yang disusul dengan sorakan ribuan guru madrasah yang ikut sebagai peserta.

Hal lain yang menguatkan spekulasi tersebut, banyaknya poster dan baliho Megawati Lestari yang dipasang di sejumlah kantor Kamenag dan Madrasah di Lombok Tengah.

Salah satu Guru Madrasah di Lombok Tengah yang enggan disebut namanya oleh media ini secara gamblang mengakui adanya perintah atasannya untuk mendukung Megawati Lestari.

Parahnya lagi, mereka bahkan diiming-imingi akan mendapatkan porsi inpassing guru yang lebih banyak jika mendukung.

Dewan Minta Nakes Lombok Tengah Tahan Diri, Ingatkan Konsekuensi Mogok Kerja

“Makanya pada tahun ini jumlah SK inpassing untuk Lombok Tengah jauh lebih banyak daripada daerah lainnya,” kata pria yang mengaku sebagai guru itu.

Masih kata sumber ini, pembagian SK Inpassing itu juga dengan sengaja diserahkan secara kolektif agar bertepatan dengan perayaan peringatan Maulid dan Apel Kebangsaan 10 Oktober 2023.

“Ada 300 inpassing yang keluar, dan hari ini seluruh Kepala Madrasah dan guru yang hadir,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kakanwil Kamenag NTB Zamroni Aziz dengan tegas membantah adanya muara politik dalam acara tersebut.

Zamroni menyebut, kegiatan tersebut sama sekali tidak ada tendensi apapun dengan politik praktis. Apalagi untuk mengarahkan para guru untuk memihak ke calon itu sama sekali tidak ada.

Tastura Mengajar dan Sekdilu 31, Nyalakan Api Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

“Karena ini murni program Kementerian Agama, dan tentu kami bersama-sama. Hanya satu, untuk menciptakan rasa aman, nyaman, di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Ribuan Guru Madrasah di Lombok Tengah Gelar Ape Siaga Jelang Pemilu 2024

Menurut Zamroni, tidak ada instruksi apapun darinya kepada para guru selain meminta mereka untuk menyukseskan agenda besar negara yakni MotoGP dan Pemilu 2024.

“Semua orang bisa melihat, tidak ada intruksi apapun untuk memenangkan siapapun,” kata Zamroni.

Terkait soal kehadiran Megawati Lestari saat itu, Zamroni mengatakan bahwa istrinya hadir dalam kapasitas sebagai Dharma Wanita.

“Kehadirannya itu karena diundang oleh Dharma Wanita, jadi beliau adalah ketua Dharma Wanita Provinsi NTB. Semua Dharma Wanita kan hadir,” ujar Zamroni.

Hanya saja, soal banyaknya baliho Megawati Lestari di sejumlah Madrasah dan Kantor Kamenag Lombok Tengah Zamroni enggan menanggapi.

“Saya kira itu tidak bisa komen. Karena itu persoalan beda,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *