Advertisement Advertisement
Liputan
Home » Berita » Ahmad Syamsul Hadi Mundur dari Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah Lombok Tengah

Ahmad Syamsul Hadi Mundur dari Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah Lombok Tengah

Ahmad Syamsul Hadi Mundur dari Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah Lombok Tengah
Ahmad Syamsul Hadi Mundur dari Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah Lombok Tengah

Lombok Tengah – Ahmad Syamsul Hadi, Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Lombok Tengah, mendadak mendur dari kepengurusan.

Mundurnya dia dari kepengurusan TPPD itu, lantaran Pemkab Lombok Tengah tidak memfungsikan TPPD sebagaimana semestinya.

Maka dengan mundurnya Ahmad Syamsul Hadi, maka kepengurusan TPPD Kabupaten Lombok Tengah semakin berkurang.

Karena sebelumnya, salah satu pengurus TPPD mengundurkan diri dari kepengurusan karena dilantik menjadi pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD.

“Surat pengunduran diri sudah saya kirim kepada Bupati Lombok Tengah yang ditembuskan ke Wakil Bupati, Sekda, Kepala Bappeda dan kepada Ketua TPPD,” kata Ahmad Syamsul Hadi , Jumat (17/3/2023).

DPRD Lombok Tengah Setujui Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah

Ia membeberkan, mundurnya dirinya sebagai pengurus TPPD karena Pemkab Lombok Tengah tidak memfungsikan tim TPPD.

Selain itu, ia merasa selama mengemban amanah sebagai pengurus dirinya merasa tidak produktif.

Dengan begitu, secara pribadi ia memilih untuk mundur dari kepengurusan ketimbang bertahan namun tidak difungsikan.

“Saya mundur saja, sekian lama saya merasa tidak produktif dalam TPPD. Jadi mau ngapain di situ juga,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa Memed ini menjelaskan bahwa, mengacu pada fungsi, TPPD ini mempunyai tugas untuk melakukan assesment selain supervisi terkait kerja-kerja Pemerintah Daerah.

Dewan Minta Nakes Lombok Tengah Tahan Diri, Ingatkan Konsekuensi Mogok Kerja

Tidak hanya itu, ia merasa bahwa sejauh ini TPPD tidak pernah diberikan ruang untuk melaksanakan tugasnya.

“TPPD ini seperti tidak diberikan ruang. Rapat-rapat SKPD saja sering TPPD tidak di kasih tahu, serba salah dan serba nggak jelas jadinya,” bebernya.

Ia menilai TPPD Kabupaten Lombok Tengah hanya dijadikan sebagai bamper pelengkap saja.

“Saya tidak mau hanya dijadikan bamper pelengkap yang tidak ada gunanya, mau pencitraan seolah-olah juga ngapain,” terangnya.

Menurutnya, dengan begitu banyak masalah di Lombok Tengah saat ini, emerintah justru tidak menggunakan sumber daya manusia yang dimiliki untuk mencari solusi.

Tastura Mengajar dan Sekdilu 31, Nyalakan Api Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah

“Jadi mau ngapain, dari pada ada tapi seperti tidak ada ya sudah saya mundur saja,” tegasnya.

Kendati demikian, Memed berharap dengan mundurnya itu Pemkab Lombok Tengah dapat melakukan evaluasi tentang kinerja TPPD kedepan.

“Silahkan saja Pemda bekerja dengan baik,” katanya.

Walaupun dirinya sudah mengundurkan diri dari kepengurusan TPPD, akan tetapi sebagai anak muda di kabupaten Lombok Tengah akan tetap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya tetap akan memberikan kritik maupun saran walaupun saya sudah berada di luar tim kerja Pemerintahan,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *