Judul : Joker
Rili : 2019
Sutradara : Todd Phillips
Pemeran : Joaquin Phoenix, Robert De Niro, Zazie Beetz, Frances Conroy
Durasi : 122 Menit
Joker menjadi salah satu film terbaik yang mampu memanjakan penonton di akhir tahun 2019 lalu. Paska pemutaran perdananya, Joker telah mendapat sambutan hangat dari sejumlah pengamat film dan penonton di seluruh dunia. Hal itu tak lepas dari kepiawaian sang aktor, yaitu Joaquin Phoenix dalam memerankan karakter Arthur Fleck.
Sinopsis
Joker mengisahkan tentang perjalanan kehidupan Arthur Fleck yang diperankan oleh Joaquin Phoenix, seorang komedian yang terlahir di lingkungan masyarakat menengah bawah di kota Gotham. Menjalani kehidupan yang berat di tengah kota yang kacau balau membuat kehidupan Arthur akrab dengan berbagai penolakan di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya.
Sebagai seorang penghibur yang kerap membuat orang lain tertawa, kehidupan yang dijalani Arthur memang tidak seindah seperti yang dibayangkan banyak orang. Perundungan, penghinaan, bahkan perilaku sinis orang-orang atas sindrom pathological laughter and Crying (PLC) yang diidapnya membuat Arthur semakin terkucilkan.
Meski panggilan “Happy” terdengar akrab di telinganya, namun kata bahagia sangat jauh dari jangkauan pria yang menjalani kehidupan di pemukiman kumuh bersama sang ibu yang lemah dan tak berdaya, Penny Fleck yang diperankan oleh aktris Frances Conroy.
Di tengah kondisi serba sulit yang menderanya. Kehidupan Arthur perlahan bertransformasi setelah pertemuannya dengan seorang presenter televisi, Murray Franklin yang diperankan oleh Robert De Niro. Pria yang menyebabkan kekecewaannya semakin besar dan yang memberikannya julukan padanya.
Pertemuan itulah yang pada akhirnya membawa perubahan besar pada kehidupan Arthur Fleck yang tragis dan menyedihkan menjadi sosok pembawa teror paling berbahaya di kota Gotham
Alur Film
Sepak terjang Joker di dunia kejahatan bukan lagi hal yang baru. Joker dikenal sebagai otak kriminal paling berbahaya di kota Gotham. Kehadirannya film solonya memang telah mencuri perhatian banyak orang. Setelah sebelumnya muncul dalam sejumlah film seperti The Dark Knight dan Suicide Squad.
Joker hadir membawa kisah hidupnya sendiri sebagai Arthur Fleck, seorang pria malang yang harus menjalani kehidupan di tengah situasi tidak kondusif kota Gotham. Dalam film ini, penonton akan diajak untuk menyelami kehidupan Arthur Fleck yang bermasalah.
Mulai dari penyakit mental yang coba ia redam, permasalahan ekonomi yang mengimpitnya, hingga kehidupannya sebagai seorang anak berbakti yang harus mengurus sang ibu, keluarga satu-satunya yang sudah tak berdaya.
Menyedihkan adalah satu kata yang mungkin muncul di benak para penonton ketika melihat sosok Arthur dengan segala tekanan yang didapat, tidak hanya dari orang-orang yang ada di sekitarnya, namun juga dari kondisi kejiwaannya.
Perjalanan kehidupannya yang menyedihkan itulah yang mungkin bisa menjawab secara realistis bagaimana sosok Joker kemudian berubah menjadi sebuah teror menakutkan bagi warga Gotham.
Penokohan
Joker yang diperankan Joaquin Phoenix mampu melakukan improvisasi dengan cukup brilian. Kemampuannya dalam memanipulasi ekspresi membuat penonton ikut tenggelam dan merasakan ketidakadilan yang menderanya. Selain mampu mendekatkan penonton pada perspektif yang berbeda dari sosok penjahat bengis, gestur tubuh yang ditunjukkan olehnya mampu membentuk stigma penonton pada sosoknya.
Usaha Phoenix dalam menjiwai karakter Joker memang bukan sesuatu yang main-main. Ia bahkan rela kehilangan berat badan untuk terlihat sempurna. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa adegan yang menunjukkan lekukan-lekukan tulang dalam tubuhnya yang kurus kering.
Tidak hanya itu Phoenix juga melengkapi usahanya dengan mengunjungi beberapa rumah sakit jiwa hanya untuk mendalami karakter ikonis yang dikenal dengan suara tawa psikopatnya. Berkat totalitasnya dalam memerankan karakter tersebut, maka pantas jika kemudian Phoenix berhasil diganjar sebagai aktor terbaik dalam piala Oscar.
Joker telah menghadirkan aspek-aspek yang dapat menghipnotis para penonton, mulai dari scoring musik karya Frank Sinatra dengan nuansa bittersweet, sinematografi kelam dengan warna-warna nyaris senada dengan kehidupan Arthur yang diselimuti oleh awan mendung yang sewaktu-waktu siap melancarkan berbagai fenomena.
Selain itu kepiawaian Phoenix berekspresi membuat sosok Joker terlihat bukan hanya sekedar cerita dongeng. Nah, meskipun telah memenuhi harapan banyak penonton, namun banyaknya adegan kekerasan serta kalimat alegoris membuat film ini tidak tepat bila disajikan untuk anak-anak atau pun orang dewasa yang memiliki keterbatasan dalam menafsirkan pesan yang terdapat dalam film.

Komentar